Telaah Konsep Al-Ba’ah dalam Pernikahan Dini

Telaah Konsep Al-Ba’ah dalam Pernikahan Dini

 Penulis: Ahmad Fawwaz, S.H., M.H.  Category: Islamic Studi, Umum  Publisher: UDN Press  Laman: 74  Negara: Indonesia  Bahasa: Indonesia  Dimension: B5 More Details
 Deskripsi:

Pernikahan dini menjadi fenomena yang terus menuai perdebatan di tengah masyarakat Indonesia. Di satu sisi, praktik ini memiliki landasan dalam tradisi keagamaan, namun di sisi lain menimbulkan berbagai persoalan sosial, psikologis, dan kesehatan. Dalam diskursus ini, konsep al-bā’ah (kesiapan fisik, mental, dan materi untuk menikah) menjadi kunci penting yang kerap terabaikan dalam pembahasan pernikahan dini.
Buku “Telaah Konsep Al-Bā’ah dalam Pernikahan Dini: Fikih Lokalitas Melalui Pandangan Ulama Sumbang, Banyumas” hadir sebagai kajian komprehensif yang menggali pemahaman mendalam tentang konsep al-bā’ah dalam konteks pernikahan dini melalui pendekatan fikih lokalitas. Berbeda dengan kajian-kajian sebelumnya yang cenderung normatif dan tekstual, buku ini menawarkan perspektif baru dengan menggali khazanah pemikiran para ulama lokal Sumbang, Banyumas—sebuah wilayah yang memiliki tradisi keilmuan Islam yang kaya namun belum banyak terdokumentasikan.
Melalui wawancara mendalam dan studi pustaka yang ekstensif, penulis menelusuri bagaimana para ulama Sumbang memahami dan mengaplikasikan konsep al-bā’ah dalam realitas sosial masyarakat setempat. Buku ini mengungkap bagaimana para ulama lokal tidak hanya memahami dalil-dalil syariat secara normatif, tetapi juga mengontekstualisasikannya dengan mempertimbangkan kondisi sosial, budaya, ekonomi, dan psikologis masyarakat Banyumas.
Pembahasan dalam buku ini meliputi: definisi dan dimensi al-bā’ah menurut literatur klasik dan kontemporer; indikator kesiapan menikah dalam perspektif syariat; dinamika praktik pernikahan dini di Sumbang, Banyumas; pandangan dan ijtihad para ulama lokal tentang batasan usia dan kesiapan menikah; serta bagaimana fikih lokalitas memberikan solusi yang lebih membumi terhadap persoalan pernikahan dini.
Keunikan buku ini terletak pada pendekatannya yang memadukan antara kajian teks klasik dengan realitas kontemporer, antara norma syariat dengan kearifan lokal. Dengan mengedepankan metodologi fikih lokalitas, buku ini membuktikan bahwa Islam memiliki fleksibilitas dalam merespons dinamika zaman tanpa kehilangan substansi nilai-nilainya.
Buku ini ditujukan bagi kalangan akademisi, mahasiswa, praktisi hukum Islam, tokoh masyarakat, dan siapa saja yang ingin memahami diskursus pernikahan dini secara lebih komprehensif dan kontekstual. Lebih dari sekadar kajian teoretis, buku ini menawarkan perspektif praktis yang dapat menjadi rujukan dalam pengambilan keputusan terkait pernikahan di tengah masyarakat.
Dengan membaca buku ini, pembaca akan mendapatkan pemahaman yang lebih jernih tentang bagaimana syariat Islam—melalui konsep al-bā’ah—sebenarnya sangat memperhatikan kemaslahatan manusia. Buku ini juga menjadi bukti pentingnya mendokumentasikan khazanah pemikiran ulama lokal sebagai bagian dari kekayaan intelektual Islam Nusantara yang perlu dilestarikan dan dikembangkan.

 Kembali