Karanganyar (23/01). Sebagai bagian dari Silaturahim Nasional Pesantren Muadalah Muallimin, diselenggarakan Workshop Manajemen Pesantren dengan tema “Penguatan Tata Kelola dan Manajemen Pesantren Menuju Pesantren Muadalah yang Unggul dan Berdaya Saling”. Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren MTA, Mojogedang, Karanganyar, Jawa Tengah, tersebut turut menghadirkan agenda bedah buku bertajuk “Manajemen Pondok Pesantren”.
Acara ini diikuti oleh para pimpinan dan pengelola pondok pesantren modern se-Indonesia yang tergabung dalam Forum Pesantren Muadalah Muallimin (FPAG). Kehadiran mereka menjadikan diskusi kaya akan perspektif praktis dan pengalaman lapangan dalam mengelola pesantren di era kontemporer.
Buku “Manajemen Pondok Pesantren” yang dibedah dalam kesempatan ini memberikan panduan sistematis dalam pengelolaan pesantren, mulai dari aspek administrasi, keuangan, kurikulum, hingga pengembangan sumber daya manusia. Pembahasan difokuskan pada bagaimana pesantren muadalah dapat memperkuat tata kelola dan manajemennya agar mampu bersaing secara unggul dan membangun sinergi antar-pesantren.
Sebagai narasumber, hadir M. Irfanudin Kurniawan, M.Ag., Ph.D. dan Dr. Yulizar Djamaluddin Sanrego, M.Ec., yang memberikan ulasan mendalam terkait konsep dan implementasi manajemen pesantren berbasis muadalah. Mereka menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan inovasi dalam pengelolaan pesantren agar dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kepesantrenan.
Workshop ini juga menjadi wadah silaturahim dan berbagi praktik terbaik (best practices) antar-pesantren. Peserta saling bertukar pengalaman dalam menghadapi tantangan operasional, pengembangan program, dan peningkatan mutu pendidikan pesantren.
Diharapkan, melalui kegiatan ini, para pengelola pesantren dapat menerapkan prinsip-prinsip manajemen modern yang selaras dengan karakteristik pesantren muadalah, sehingga mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik dan spiritual, tetapi juga siap berkontribusi dalam masyarakat.
Kegiatan ini meneguhkan komitmen bersama untuk memperkuat jaringan pesantren muadalah di Indonesia melalui tata kelola yang profesional, transparan, dan berkelanjutan.


