Deskripsi:

Mereka digembleng K.H. Imam Zarkasyi, lalu dilepas oleh pimpinan generasi baru, angkatan yang berdiri di persimpangan dua era Gontor. Dari 182 lulusan KMI 1985 yang lolos saringan ketat, mereka keluar tanpa ijazah negara, tapi dengan bekal yang tak ternilai: nilai, karakter, dan pengabdian. Empat puluh satu tahun kemudian, jejak mereka ada di mana-mana: kiai, guru besar, hakim, diplomat, pengusaha, hingga perwira tentara dan duta besar.

Dan di belakang mereka, selalu ada para Madamat yang menjaga api agar tak padam, yang doanya tak terdengar tapi tak pernah berhenti. “Madu pertama adalah dakwah, madu kedua adalah perjuangan,” kata seorang istri, “dan kami memilih untuk tetap setia mendampingi.” Inilah persembahan satu abad Gontor, dari anak-anak didik yang tak pernah berhenti mengabdi.

Kemampuanmu adalah ijazahmu — ﻛَﻔَ ﺎءَ ﺗ ُﻚ َ إ ِ ﺟَﺎز َ ﺗ ُﻚ

(K.H. Imam Zarkasyi)

 Kembali