Universitas Darunnajah Jakarta mengawali perkuliahan semester genap tahun akademik 2025/2026 dengan menyelenggarakan agenda strategis berupa kuliah umum sekaligus bedah buku berjudul Manajemen Pondok Pesantren. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 9 Februari 2026 di Aula Al-Ghozali Universitas Darunnajah dan diikuti oleh peserta dari kalangan umum serta mahasiswa Universitas Darunnajah.
Agenda dibuka dengan sambutan dari rektor Universitas Darunnajah, Dr. Much. Hasan Darojat. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terbitnya buku Manajemen Pondok Pesantren. “Karya ini bukan hanya penting bagi dunia akademik, tetapi juga menjadi panduan praktis bagi pengelola pesantren di Indonesia agar mampu berkembang secara adaptif, inovatif, dan berkelanjutan,” tuturnya saat membuka kegiatan.
Acara tersebut menghadirkan para narasumber kompeten di bidang pendidikan Islam, yaitu Prof. Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si sebagai penulis buku Manajemen Pondok Pesantren sekaligus Presiden Universitas Darunnajah., H. Rakhmad Zailani Kiki, S.Ag., M.M. selaku Ketua RMI PWNU DKI Jakarta, serta Din Wahid, M.A., Ph.D dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. K.H. Sofwan Manaf menyampaikan bahwa buku yang dibedah merupakan hasil refleksi panjang atas pengalaman pengelolaan Pondok Pesantren Darunnajah sejak berdiri tahun 1938. Menurutnya, pesantren memerlukan tata kelola yang profesional agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan identitasnya sebagai lembaga pendidikan Islam.
Sesi pemaparan diawali oleh H. Rakhmad Zailani Kiki yang menekankan pentingnya pesantren hadir dan menyatu dengan kebutuhan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa pesantren harus memiliki “kurikulum masyarakat” agar tetap relevan. Selain itu, ia juga menyoroti perlunya sistem asesmen yang ketat bagi calon guru dan santri guna menjaga kualitas pendidikan di lingkungan pesantren.
Sementara itu, Din Wahid, M.A., Ph.D memaparkan pentingnya manajemen modern dalam menciptakan keunggulan kompetitif pesantren. Menurutnya, pengelolaan yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan menjadi kunci agar pesantren tetap diminati dan dipercaya masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan tema kegiatan bedah buku, yaitu “Pendidikan Islam di Pondok Pesantren yang Berkelanjutan, Adaptif, dan Inovatif.”
Agenda ini tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga sarana refleksi bagi sivitas akademika Universitas Darunnajah dalam menyongsong perkuliahan semester baru. Melalui kuliah umum ini, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan praktis mengenai pengelolaan lembaga pendidikan Islam yang profesional dan visioner.
Di penghujung acara, Prof. Dr. K.H. Sofwan Manaf menegaskan bahwa keberhasilan pesantren tidak hanya ditentukan oleh kualitas pendidikan, tetapi juga kemandirian kelembagaan. Darunnajah sendiri telah membuktikan bahwa pesantren mampu mandiri melalui pengembangan berbagai unit usaha yang menopang keberlanjutan program pendidikan.
Kegiatan bedah buku ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik, praktisi pendidikan, dan masyarakat luas. Dengan semangat tersebut, Universitas Darunnajah berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan manajemen pesantren yang berkualitas, modern, dan tetap berakar pada nilai-nilai keislaman.
Nani Afriyani

